> Inilah Solusi PAPPRI Bangkitkan Kualitas dan Produktivitas Musik - Warta Fakta

Breaking News

Inilah Solusi PAPPRI Bangkitkan Kualitas dan Produktivitas Musik

Ali Akbar


JAKARTA - Dalam rangka meningkatkan kualitas dan produktivitas musik Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis, Penyanyi dan Pemusik Indonesia (PAPPRI) Jakarta Raya mewacanakan perlunya pembentukan lembaga bernama Badan Perlindungan dan Pendayagunaan Lagu. Hal itu dipaparkan Ketua Panitia Perayaan Hari Musik Nasional (HMN) 2018 DPD PAPPRI Jakarta Raya, Ali Akbar usai Seminar ‘Upaya Perlindungan dan Pendayagunaan Lagu’ di Jakarta, pada Kamis (15/3)

“Semua pihak sudah sepakat, diawali dulu dengan Launching 1.000 Lagu yang nantinya diharapkan mampu menjadi sebuah jalan baru market di era digital. Pihak Bekraf dan Kemendikbud akan bantu juga perlindungannya,” ujar Ali Akbar.

Ali mengaku yakin cara ini tak akan rawan dengan pembajakan dan akan menjadi solusi jangka pendek yang efektif. Mengenai keluhan musisi yang lagunya banyak dicover-version-kan tanpa seizin pemilik lagu, meurut Ali, harus ada perlindungan hukum untuk mencapai win-win solution.

“Itu sebenarnya bukan pembajakan tapi saya sebut sebagai ‘illegal logging’. Kalau pembajakan kan lagu yg sudah jadi digandakan, tapi ini kan kalau menggunakan lagu untuk kepentingan sendiri itu namanya ‘illegal logging’ tadi. Inilah makanya harus ada badan yang bisa melindungi. Syaratnya, si pencipta lagu harus minta dilindungi. Kalau tidak minta, ya bagaimana kita bisa melindungi,” tandasnya.

Menurut Ali, wacana pemebntukan Badan Perlindungan dan Pendayagunaan Lagu ini akan diserahkan kepada kementerian terkait agar ada tindak lanjut. Ali juga meyakinkan bahwa lembaga ini bukan wadah pemerintah untuk menguasai karya cipta musisi, tapi lebih untuk membuat aturan pendayagunaannya dan menjadi sebuah single storage bagi karya musik.

“Dengan begitu, semua bisa tercatat, siapa yang menggunakannya, dimana tempatnya. Nantinya LMK juga bisa minta datanya kesana buat menagih royalti. Jadi nantinya tidak ada manipulasi data,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan event "Launching 1.000 Lagu" sendiri, Sekretaris DPD PAPPRI Jakarta Raya, Hesty L Chirstoffel, sangat berharap kegiatan itu dapat memicu animo publik untuk membangun kembali karya dan musik tanah air yang beberapa tahun terakhir mengaalami penurunan. “Mudah-mudahan ada animo yang besar dari publik bagi perkembangan industri musik tanah air,” ujar Hesty L Chirstoffel. [MR]

No comments