> Mengintip Dunia Prostitusi di Daerah Aceh (2): Dari Simpanan Pejabat hingga Gigolo - Warta Fakta

Breaking News

Mengintip Dunia Prostitusi di Daerah Aceh (2): Dari Simpanan Pejabat hingga Gigolo

Pada masa kerajaan ratusan tahun lalu, Syeikh Abdur Rauf Al Fansuri Asshingkili mampu menyulap Kampung Biduen (kampung pelacuran) di Aceh menjadi daerah Islami dengan cara lemah lembut tanpa kekerasan. Namun tokoh kharismatik semacam Syeikh Abdur Rauf itu kini terasa sulit dijumpai di Aceh. Sementara dinamika kehidupan global terus menggelinding menebarkan berbagai pengaruh, termasuk kehidupan hedonis yang disertai transaksi layanan seks.

Salah satu hukum cambuk pada terpidana mucikari (iNews)

Sebagai daerah yang menerapkan hukum Syariat Islam, Provinsi Aceh jelas menolak adanya lokalisasi prostitusi di daerahnya. Jika ada warga yang ketahuan melakukan prostitusi, hukumnya sangat jelas dan tegas, yakni dicambuk di depan masyarakat umum di Aceh. Selain sakit terkena cambukan, siapapun pelaku prostitusi pasti akan malu karena dicambuk di muka umum.

Namun, hukuman tegas dari Syariat Islam itu tampaknya tidak cukup membuat takut warga yang tinggal di Aceh. Buktinya, diam-diam ada Kampung Biduen lain yang tumbuh di Aceh. Isu transaksi seks ini berkembang diam-diam, dari kasak-kusuk dan bisik-bisik. Salah satu contohnya di daerah Gampong Peunayong. Celakanya, transaksi seks di Aceh kini juga berkembang menggunakan aplikasi media sosial seperti whatsapp(WA), facebook dan twitter.

Jika ingin tahu lebih jelas transaksi seks di Aceh bisa mencoba membuka akun twitter.com. Setelah itu ketik beberapa hastag berikut; #openboaceh, #openboaceh, #alterboaceh, #boaceh, #privatboaceh. Apa yang terjadi selanjutnya? Setelah mengetik beberapa hastag itu akan muncul sederet informasi yang menawarkan layanan seks. Bahkan, ada juga yang memajang foto-foto seksi dengan aneka layanannya.

Seperti ini contohnya:

Di antara akun twitter yang menawarkan menu layanan seks tersebut, rupanya ada juga yang bergerilya mencari gigolo. Sudah tentu, orang yang membutuhkan gigolo pasti adalah para perempuan. Para lelaki muda Aceh juga masuk dalam target bidikan.

Seperti ini contohnya: 

Selain menggunakan aplikasi media sosial facebook dan twitter, ada juga yang menawarkan sejumlah perempuan muda cantik melalui blog khusus, yakni https://blogpreneur.weebly.com. Dalam blog khusus itu terdapat banyak foto-foto perempuan seks yang dapat dipilih oleh siapa saja yang berminat.

Seperti ini contohnya: 

Mengenai tarif layanan seks, tampaknya tidak ada keseragaman atau standar pasti. Boleh jadi tarifnya akan ditentukan melalui negoisasi langsung saat berkomunikasi lebih lanjut. Meski begitu ada juga yang sudah pasang tarif secara vulgar. Aksi pasang tarif vulgar itu ditunjukkan oleh akun yang mengaku sebagai "Simpenan Pejabat".

Seperti ini contohnya:




(bersambung)

BACA JUGA: Mengintip Dunia Prostitusi di Daerah Aceh (1)

No comments