> Dukung Program Jokowi, Mentan Bertekad Tekan Impor Jeruk Hingga 75% - Warta Fakta

Breaking News

Dukung Program Jokowi, Mentan Bertekad Tekan Impor Jeruk Hingga 75%

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis dapat menekan impor jeruk mecapai 75 persen. Kepercayaan Andi muncul lantaran bibit petani di sejumlah daerah di Jawa Timur merupakan bibit unggul.

Apalagi, satu tanaman itu memiliki ratusan buah jeruk kualitas utama. “Kami bakal tekan impor jeruk ke Indonesia. Karena itu, sekarang kami bagikan bibit benih jeruk keprok 30 juta bibit unggul seluruh tanah air. Pembibitan ini sangat baik bagi petani,” katanya seperti dilansir indopos.co.id.

Amran menyampaikan rasa percaya diri kepada sewaktu melepas bantuan sejuta benih jeruk unggul dan pupuk gratis di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (17/7) hari ini.

Amran menjelaskan, sejuta bibit jeruk keprok andalaun ini diserahkan ke sejumlah instansi daerah di Provinsi Jawa Timur. Seperti Dinas Pertanian Kota Malang, Kota Batu, Trenggalek, dan Lumajang, dan sebagian daerah lain di wilayah Indonesia Barat, Tengah dan Timur, guna menggenjot produksi jeruk dalam negeri  untuk ekspor.

“Temuan BBPP Kota Batu sudah banyak ditanam dengan hasil cukup besar. Mengenai rasa lebih enak, lebih segar, dan lebih mantap. Nilai tambah ini mengalahkan jeruk dari luar,” jelas dia.

Menurut dia, jeruk salah satu komoditas potensial di Indonesia. Buah kaya vitamin C ini memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan konsumsi buah masyarakat di tanah air.

Sekaligus, membuka kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan para petani. “Terdapat tiga jenis jeruk siam dan keprok sama jeruk besar (pamelo). Saatnya sekarang menaejahterakan petani. Tanpa mereka swasembada tidak tercapai swasemada,” ujar Amran.

Lebih jauh Amran mengaku, kinerja Kementerian Pertanian ditunjukkan dengan meningkatnya populasi jeruk sekitar 5 persen/tahun. Populasi tanaman jeruk berkisar antara 53.000 hektar.

Luas panen jeruk diproyeksikan meningkat sampai dengan tahun 2020, sebesar 2,03 persen/tahun, di mana pada 2020 luas panen jeruk diproyeksikan menjadi 61.788 Hektar.

Kata dia, pada 2018 pihaknya bagikan sejuta bibit jeruk untuk rakyat dan di tahun depan bantuan bisa meningkat menjadi 2 juta pohon beserta pupuk

Dengan tanam satu juta pohon jeruk, Indonesia  mampu menekan impor sampai 25 persen dan tanam 2 juta pohon bisa tekan 75 persen. Proyeksi di 2020 naik dengan rata-rata pertumbuhan 4,93 persen/tahun dengan pencapaian 3.246.994 ton.

“Kalau pola perkembangan produksi jeruk besar selama kurun waktu 2010 hingga 2017 cenderung meningkat. Pada tahun 2017, produksi jeruk Keprok secara nasional telah mencapai 2.165.189 ton, dan produksi jeruk besar mencapai 130.130 ton,” imbuh dia.

Karena itu, Amran optimis jeruk Keprok yang dihasilkan dari bibit unggul akan menggantikan jeruk impor, sehingga di tahun 2020 ditargetkan harus ekspor ke berbagai manca negara.

“Target ini bukan mustahil asal dengan kerjas keras. Sebagai bukti,  kami dulu mengimpi jagung 3,5 juta ton, tapi sejak 2017 kami sudah busa ekspor jagung,” ujar Amran mengakhiri.


No comments