Presiden: Negara Lain Fokus Kerja, Kita Jangan Habiskan Energi Karena Perbedaan Pilihan Politik
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan, energi bangsa Indonesia tidak boleh habis hanya untuk mengurusi perbedaan pilihan politik. "Negara-negara lain telah fokus kepada era revolusi industri ke-4 dengan mengembangkan teknologi transportasi hingga media telekomunikasi, tegas Presiden Jokowi dalam sambutannya saat Peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Minggu (22/7) malam.
Dalam acara ini, Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menhub Budi Karya Sumadi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, KSP Moeldoko.
Menurut Presiden, pemerintah tetap membangun kawasan terpencil untuk menggerakkan ekonomi di daerah. Pemerintah tengah membangun sejumlah infrastruktur di daerah diantaranya jalan Trans Papua, tol Trans Sumatera, tol Trans Jawa, serta pelabuhan dan bandara.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dana desa kepada pemerintah desa untuk membangun sarana dan prasarana di pedesaan seperti irigasi, embung, serta jalan desa dan fasilitas MCK.
Pada 2015 pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20,76 triliun, lalu Rp46,9 triliun pada 2016 dan Rp60 triliun pada 2017.
Dalam acara ini, Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menhub Budi Karya Sumadi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, KSP Moeldoko.
Saat ini, tambah Presiden, persaingan global dalam perekonomian tengah terjadi. "Sekarang ini yang kita hadapi adalah tekanan-tekanan ekonomi global yang mau tidak mau memang harus kita hadapi bersama-sama. Karena memang aset besar kita adalah persatuan dalam menghadapi tantangan-tantangan global yang tidak semakin mudah, tetapi semakin sulit," tegas Jokowi.
Selain itu, Kepala Negara juga mengatakan pembangunan sejumlah infrastruktur di daerah terpencil dan desa-desa merupakan amanah konstitusi. "Kita tahu yang namanya keadilan dan pemerataan itu adalah amanah konstitusi yang harus kita jalankan," kata Presiden Jokowi .
Menurut Presiden, pemerintah tetap membangun kawasan terpencil untuk menggerakkan ekonomi di daerah. Pemerintah tengah membangun sejumlah infrastruktur di daerah diantaranya jalan Trans Papua, tol Trans Sumatera, tol Trans Jawa, serta pelabuhan dan bandara.
Selain itu, pemerintah juga memberikan dana desa kepada pemerintah desa untuk membangun sarana dan prasarana di pedesaan seperti irigasi, embung, serta jalan desa dan fasilitas MCK.
Pada 2015 pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp20,76 triliun, lalu Rp46,9 triliun pada 2016 dan Rp60 triliun pada 2017.


No comments