BNPT Petakan Guru Intoleran dan Berpaham Radikal
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kini sedang memetakan sebaran guru-guru intoleran dan terpapar paham radikal di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Hal itu diungkap Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andi Intang Dulung usai seminar BNPT di Kota Yogyakarta.
Disebutkan, BNPT bekerjasama dengan Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 34 provinsi. "Tim kajian BNPT sedang melakukan pemetaan guru-guru yang dicurigai terpapar paham radikal dan intoleran,” kata Intang seperti dilansir gatra.com.
Menurut Intang, BNPT memetakan para guru karena lembaga ini menerima banyak laporan bahwa tak sedikit guru intoleran dan terpapar paham radikal. Mereka pun mengajarkan intoleransi dan paham radikal ke anak didiknya.
Intang bilang, karena mengikuti gurunya, kebanyakan siswa mengamalkan ajaran itu tanpa pernah tahu dampaknya. Akibatnya, saat ini tak sedikit remaja terlibat dalam gerakan radikalisme dan bersikap intoleran pada sesama.
“Para guru seharusnya sadar bahwa ideologi bernegara dan beragama itu beda. Karena di Indonesia ada banyak agama dan kepercayaan, para guru terutama sekolah negeri harus memahami itu,” ujarnya.
Intang mengatakan, survei BNPT pada 2015 menyebut hampir 35 persen sekolah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tidak menerapkan ajaran bela negara dan Pancasila seperti tidak melaksanakan upacara bendera.
Inung mengatakan, pemetaan guru intoleran dimulai tahun ini. Hasilnya, seperti jumlah guru, sebaran, dan program selanjutnya, dapat diketahui tahun depan. Dia juga tidak menjelaskan teknis pemetaan tersebut. “Saat ini masyarakat perlu kami beri pemahaman bahwa paham radikal itu lebih banyak berasal dari guru, bukan dari orang tua,” ujarnya.
Meskipun, dalam kasus tertentu, orang tua juga berperan penting dalam mengajarkan paham radikal bahkan terorisme seperti kejadian bom Surabaya. Menurut Intang, hingga saat ini anak-anak pelaku pengeboman di Surabaya yang selamat dalam kondisi labil.

No comments