Perkuat Kinerja, BNPP Berikan Empat Kapal Ke Wilayah Indonesia Timur
AMBON - Badan Nasional Percarian dan Pertolongan (BNPP) menyerahkan sebanyak empat unit Kapal Negara (KN) untuk mendukung tugas di wilayah Indonesia Timur, khususnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Biak, Manokwari dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai. Keempat kapal tersebut adalah KN Bharata, KN Ramawijaya, KN SAR Wibisana dan KN SAR Kumbakarna.
Kepala BNPP, Marsekal Madya TNI M. Syaugi, berharap, dengan adanya penyerahan empat unit kapal tersebut, dapat menambah kualitas pencarian dan pertolongan dalam operasi SAR, khususnya penanganan kecelakaan laut di wilayah kantor SAR Ambon. "Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk peningkatan kuantitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan pencarian dan pertolongan guna meningkatkan kinerja," kata Kepala BNPP di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa 13 Maret 2018.
Menurut Kepala BNPP, Indonesia merupakan Negara maritim dengan dua pertiga luas merupakan lautan atau lebih besar dari daratan. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu dasar BNPP melengkapi alat utama SAR di laut.
Sementara Kepala Kantor BNPP Ambon, Hendra Oktri mengatakan empat unit kapal tersebut masing-masing memiliki panjang 40 meter, terbuat dari bahan aluminium serta mempunyai kecepatan sampai dengan 30 knots perjam, dan dapat menampun sebanyak 50 orang. Kapal tersebut memiliki kelebihan bergerak dengan cepat, mampu bermanuver tinggi, olah gerak kapal baik, serta memiliki stabilitas kapal yang dinamis.
Menurutnya, untuk pemeliharaan relatif lebih mudah dan ekonomis karena sifat bahannya yang antikorosi. Kapal itu juga memiliki keunggulan lainnya yakni dapat mengetahui kapal yang berada di sekitar dan dengan data detil nama kapal serta pemilik, bahkan memiliki kemampuan deteksi permukaan dan dilengkapi “forward infra red” untuk mempermudah pencarian malam hari.
Untuk kemampuan deteksi, lanjutnya, yakni mencapai kedalaman 30 meter dari pemrukaan laut. Selain itu, penyelamatan kapal ini memiliki alat mendeteksi korban dengan jarak hingga lima mil dari laut. "Dilengkapai alat telekomunikasi yang canggih dan tersambung langsung dengan satelit dan radar serta GPS untuk menetukan lokasi kapal secara tepat," katanya.[red]

No comments