Tugas Polisi Lebih Ringan Karena Pilkada Banyak Terdapat Calon Tunggal
JAKARTA - Komisi III DPR-RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Polri di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018). Dalam rapat ini Kepala Polri ( Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memaparkan sejumlah hal, antara lain. persiapan pengamanan masa Ramadhan dan Hari Raya Lebaran, pengamanan Pilkada serentak di 171 wilayah, persiapan pengamanan Asian Games di Sumatera Selatan pada Agustus 2018 mendatang, dan sejumlah isu yang menyangkut keamanan.
Mengenai pengamanan Pilkada serentak di 171 wilayah, menurut Kapolri, jajarannya telah melakukan banyak persiapan, termasuk bekerjasama dengan TNI. "Kamu sudah melakukan koordinasi dengan TNI dan telah menandatangani sjumlah MoU terkait pengamanan Pilkada," jelas Kapolri kepada para anggota Komisi III DPR-RI.
Menurut Kapolri, dalam Pilkada serentak 2018 ini tugas polisi agak diuntungkan terkait adanya 11 daerah yang memiliki calon tunggal. Sehingga proses pengamanannya lebih ringan. Di sisi lain, kata Kapolri, isu kampanye pilkada di beragai daerah tak berkait dengan isu yang rawan. Isu kampanye terbilang isu yang umum dan tak terdapat pengerahan massa.
Dalam rapat ini Kapolri juga ditanya soal sikap Polri terkait adanya sejumlah tokoh polisi yang ikut maju dalam Pilkada 2018. Menurut Kapolri, secara kelembagaan jajarannya tetap menjaga netralitas. Sementara anggota polisi yang telah maju sebagai calon kepala daerah, kata Kapolri, sudah tak ada ikatan secara kelembagaan karena yang bersangkutan sudah dipensiunkan semenjak ditetapkan sebagai calon kepala daerah. "Semenjak ditetapkan sebagai calon kepala daerah, sejak itu pula telah dipensiunkan dari polisi. Salah satu contohnya Pak Anton Charlian yang maju dalam Pilkada Jabar," ujar Kapolri.
Terkait adanya foto Kapolri yang berdampingan dengan salah satu calon kepala daerah mantan polisi, menurut Kapolri, hal itu bukan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu calon. Sebab, hal itu sulit dihindari bila mana ada banyak orang yang ingin meminta foto selfie dengan Kapolri. [red]
Mengenai pengamanan Pilkada serentak di 171 wilayah, menurut Kapolri, jajarannya telah melakukan banyak persiapan, termasuk bekerjasama dengan TNI. "Kamu sudah melakukan koordinasi dengan TNI dan telah menandatangani sjumlah MoU terkait pengamanan Pilkada," jelas Kapolri kepada para anggota Komisi III DPR-RI.
Menurut Kapolri, dalam Pilkada serentak 2018 ini tugas polisi agak diuntungkan terkait adanya 11 daerah yang memiliki calon tunggal. Sehingga proses pengamanannya lebih ringan. Di sisi lain, kata Kapolri, isu kampanye pilkada di beragai daerah tak berkait dengan isu yang rawan. Isu kampanye terbilang isu yang umum dan tak terdapat pengerahan massa.
Dalam rapat ini Kapolri juga ditanya soal sikap Polri terkait adanya sejumlah tokoh polisi yang ikut maju dalam Pilkada 2018. Menurut Kapolri, secara kelembagaan jajarannya tetap menjaga netralitas. Sementara anggota polisi yang telah maju sebagai calon kepala daerah, kata Kapolri, sudah tak ada ikatan secara kelembagaan karena yang bersangkutan sudah dipensiunkan semenjak ditetapkan sebagai calon kepala daerah. "Semenjak ditetapkan sebagai calon kepala daerah, sejak itu pula telah dipensiunkan dari polisi. Salah satu contohnya Pak Anton Charlian yang maju dalam Pilkada Jabar," ujar Kapolri.
Terkait adanya foto Kapolri yang berdampingan dengan salah satu calon kepala daerah mantan polisi, menurut Kapolri, hal itu bukan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu calon. Sebab, hal itu sulit dihindari bila mana ada banyak orang yang ingin meminta foto selfie dengan Kapolri. [red]

No comments