Front Pemuda Islam Anti Radikalisme Meminta DPR Tuntaskan RUU Antiterorisme

JAKARTA - Menanggapi kejadian aksi teror yang di beberapa daerah Indonesia, pengurus Front Pemuda Islam Anti Radikalisme (FPIR) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI. Dalam aksinya mereka mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh kelompok radikal (teroris) yang memakan banyak korban, apalagi mengatasnamakan agama.
Selanjutnya, dalam aksi itu mereka juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak takut dengan segala bentuk teror yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia.
FPIR mendesak Pansus DPR RI sagar segera merampungkan dan menuntaskan RUU Antiterorisme. Namun mereka juga mendorong pemerintah (Presiden) agar membuat Perppu guna penindakan dan pemberantasan tindak pidana terorisme di Indonesia. Harapan FPIR itu dipaparkan dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Koordinator Aksi Front Pemuda Islam AntiRadikalisme (FPIR), Moh. HafidzKudsi.
Ada Payung Hukumnya
Menurut Front Pemuda Islam Anti (FPIR), Indonesia darurat teror. Kejadian mengerikan belakangan ini menunjukkan Indonesia dalam keadaan genting. Masyarakat kian waswas dan resah dengan insiden yang banyak memakan korban itu.
Seperti diketahui, aksi teror belakangan ini diawali kerusuhan di MakoBrimob, Kelapa Dua, Depok mengakibatkan kematian beberapa anggota polisi. Setelah itu terjadi bom bunuh diri di tiga tempat ibadah Surabaya, peledakan bom di Rusunawa Sidoarjo, dan penyerangan MarkasPolisi di Riau dan teror-teror lain.
Pemberantasan tindak pidana teroris yang dilakukan apparat keamanan terkendala karena RUU Antiterorisme samapai sekarang belum rampung di DPR. Padahal, itu sangat penting sebagai paying hokum dan dasar penindakan oleh aparat keamanan.
Semoga tindakan biadab teroris tidak terjadi lagi di negeri majemuk nan indah ini. Apapun motif tindakan yang memakan korban itu tidak sesuai dengan ajaran agama apapun karena semua agama mengajarkan kita untuk saling menyayangi satusama lain dan saling menghargai perbedaan.@
Reporter: Rahmad
No comments