Moeldoko: “Kenapa Batam Begitu Lambat Perkembangannya?"
BATAM - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko berharap Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) lebih mengakselerasi perkembangan Kota Batam. Pasalnya, dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menyinggung potensi kota yang berbatasan langsung dengan Singapura ini.
“Kenapa Batam begitu lambat perkembangannya? Ini dibicarakan dalam rapat kabinet. Mungkin dengan reorganisasi BP Batam, bisa mengakselerasi,” kata Moeldoko di hadapan jajaran direksi BP Batam dalam kunjungannya ke Kota Batam, Senin, 22 Mei 2018.
Salah satu potensi yang bisa dikembangkan adalah agrowisata. Melihat jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke kota ini cukup tinggi. Batam adalah kota ketiga terbesar dari jumlah turis setelah Bali dan Jakarta. “Kalau konsep agrowisata berjalan,long of stay wisatawan yang sebelumnya di bawah 2 hari bisa lebih dari 3 hari,” kata Moeldoko yang juga Ketua Dewan Pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Deputi Bidang Pengusahaan Sarana BP Batam Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Soeprayitno menyampaikan konsep agrowisata bisa diwujudkan dengan ketersediaan 116 hektare lahan milik BP Batam yang bisa dikelola. Batam sejak tahun 1961 tumbuh menjadi kawasan industri. Didukung letaknya yang sangat strategis, berjarak 25 km dari Singapura. Konsep pembangunan BP Batam ke depan menjadi kota yang berbasis logistik, pasar dari produksi Batam dapat mencakup 655 juta atau seluruh penduduk di kawasan Asia Tenggara.
“Kita punya rencana pengembangan yang sudah dikonsep bersama UI Agrotourism Marina, berkaca dengan New Zeland dan Belanda. Kita bisa menyeimbangkan kebutuhan Batam semaksimal mungkin,” ujarnya.
Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko menambahkan Presiden Jokowi sangat konsen dengan perkembangan Batam ke depan. Karena itu, tugas dan fungsi Kantor Staf Presiden sesuai Peraturan Presiden No 26 Tahun 2015 yang membantu Presiden dan Wakil Presiden mengelola isu-isu strategis, melakukan evaluasi atas program-program prioritas. Karena itu, Kantor Staf Presiden melihat dan mengkomunikasikan semua potensi-potensi demi kemajuan Batam, sebagai beranda negara. “Saya yakin (agrowisata) ini bisa dikelola,” ujarnya.
Pendidikan Karakter dan Daya Saing
Dalam kunjungan kali ini, Moeldoko membuka kegiatan BP Batam Bersyiar yang diselenggarakan bersama Ikatan Keluarga Pondok Modern Gontor Cabang Batam, Masjid Raya Batam, dan Darut Tauhid (DT) Peduli. Kegiatan ini berlangsung dari 20 Mei – 5 Juni yang diisi dengan berbagai acara. Mulai dari pesantren Ramadan, festival rebana, zikir, dan berbagai kegiatan seni lainnya. Untuk kegiatan pesantren Ramadan, panitia menerima seribu peserta termasuk 100 calon santri Gontor cabang Batam.
Moeldoko juga melihat langsung kegiatan bazar Ramadan yang melibatkan 400 stan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Termasuk di antaranya beberapa produk yang dikelola dan di bawah pembinaan HKTI.
Dalam sambutannya, mantan Panglima TNI ini memberikan semangat dan optimisme kepada para santri-santri yang menjadi calon generasi masa depan dengan karakter yang kuat.
“Masa kecil saya sama seperti kalian. Saya tinggal di Surau, belajar mengaji dan belajar agama dari Kiai saya. Tidak pernah terbayangkan saya menjadi Panglima TNI dan seperti sekarang ini,” kenangnya.
Dikatakan, kehidupan di Surau, Masjid, Pesantren adalah upaya nyata dalam rangka membangun karakter. Pembinaan yang dilakukan oleh para uztad, guru ngaji, membekali para santri menjadi generasi yang dibutuhkan bangsa ini.
“Pesan saya, jalani kehidupan kalian menjadi orang yang pada akhirnya memiliki karakter yang kuat. Saya ingin meyakinkan pada anak-anakku semua, kalian bisa menjadi siapapun dan kapanpun di masa depan,” ujarnya.
Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan, pemerintah saat ini menjalankan beberapa program untuk membentuk generasi unggul yang memiliki daya saing. Mulai tahun 2018, program pemerintah diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia. Presiden Jokowi memperhatikan dengan serius persoalan kesehatan, pendidikan, dan lainnya.@

No comments