Pemerintah Serius Tangani Korban Gempa Lombok, Menko Polhukam Ikut Turun Evakuasi Ribuan Turis Asing
LOMBOK - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, sebagai pemegang kendali operasi tanggap darurat gempa di Lombok, memastikan penanganan korban gempa bumi berkuatan 7 skala ritcher berjalan baik dan tak ada pengunsi yang kekuarangan bahan pangan. Bahkan, Menko Polhukam Wiranto juga memimpin proses evakuasi ribuan turis asing yang berada di Pulau Gili Trawangan untuk diangkut ke Lombok dan selanjutnya dipulangkan ke negara masing-masing.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk langsung Menko Polhukam Wiranto untuk memimpin operasi tanggap darurat pasca-gempa di wilayah NTB dan Bali. Saat di Lombok, Menko Polhukam telah berkoordinasi dengan berbagai lembaga dan kementerian (BNPB, Basarnas, Kemensos, Kementerian PUPR) untuk turun lansung ke Lombok. Selain itu, Menko Polhukam juga memerintahkan TNI dan Polri agar menerjunkan pasukan khusus tanggap bencana untuk menangani beragam krisis yang ditimbulkan akibat bencana yang terjadi pada Minggu malam.
Menko Polhukam Wiranto menegaskan bahwa pmerintah sangat serius menangani proses tanggap darurat pasca gempa Lombok 5 Agustus 2018. Para aparatur pemerintah pusat (baik itu Kemensos, Kementerian PUPR maupun TNI/Polri) yang diterjunkan ke Lombok sifatnya sebagai pendamping Pemerintah Daerah. Sedang teknis operasionalnya tetap dipimpin oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Selama memimpin operasi tanggap darurat gempa di Lombok, Menko Polhukam Wiranto juga melakukan pengcekan langsung ke tenda-tenda pengungsi dan melakukan dialog dengan para korban untuk memastikan tidak ada yang kekuarangan bahan pangan. Sejak Senin pagi hingga malam, Wiranto hanya fokus menangani masalah bencana lombok, termasuk rapat koordinasi pada Senin malam..
Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk langsung Menko Polhukam Wiranto untuk memimpin operasi tanggap darurat pasca-gempa di wilayah NTB dan Bali. Saat di Lombok, Menko Polhukam telah berkoordinasi dengan berbagai lembaga dan kementerian (BNPB, Basarnas, Kemensos, Kementerian PUPR) untuk turun lansung ke Lombok. Selain itu, Menko Polhukam juga memerintahkan TNI dan Polri agar menerjunkan pasukan khusus tanggap bencana untuk menangani beragam krisis yang ditimbulkan akibat bencana yang terjadi pada Minggu malam.
Menko Polhukam Wiranto menegaskan bahwa pmerintah sangat serius menangani proses tanggap darurat pasca gempa Lombok 5 Agustus 2018. Para aparatur pemerintah pusat (baik itu Kemensos, Kementerian PUPR maupun TNI/Polri) yang diterjunkan ke Lombok sifatnya sebagai pendamping Pemerintah Daerah. Sedang teknis operasionalnya tetap dipimpin oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Selama memimpin operasi tanggap darurat gempa di Lombok, Menko Polhukam Wiranto juga melakukan pengcekan langsung ke tenda-tenda pengungsi dan melakukan dialog dengan para korban untuk memastikan tidak ada yang kekuarangan bahan pangan. Sejak Senin pagi hingga malam, Wiranto hanya fokus menangani masalah bencana lombok, termasuk rapat koordinasi pada Senin malam..
No comments