Dipecat dari Polri, Jadi Teroris Lalu Tobat, Ini Pengakuan Mengejutkan Sofyan Tsauri Soal Senjata
Isu terorisme menjadi sorotan publik setelah terjadinya serangkaian aksi teror belakangan ini. Bahkan, Muhammad Sofyan Tsauri, salah satu mantan nara pidana teroris, ikut dijadikan nara sumber sejumlah media menyusul terjadinya serangkaian teror belakangan ini. Namun tidak banyak yang tahu bahwa dulunya Muhammad Sofyan Tsauri juga anggota polisi. Sehingga sebutan Muhammad Sofyan Tsauri bukan hanya sebagai mantan teroris, tapi juga mantan polisi.
Kisah Muhammad Sofyan Tsauri sebagai mantan polisi dan mantan teroris itu diungkap dalam acara pagi-pagi pasti happy, Sofyan menceritakan apa yang ia alami saat bergabung menjadi anggota teroris pada Jumat (18/5/2018). Pada hari yang sama pula, videonya dibagikan oleh chanel youtube Trans TV Official.
Sofyan menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga polisi yang ikut terpapar ideologi seorang teroris bahkan hingga mendekam dipenjara. Meski dirinya tinggal di asrama Brimob, namun ia mengakui jika dirinya terpapar paham yang salah. "Ayah saya Brimob, kakak saya juga Brimob, dan saya polisi saat itu," kata dia saat berbincang dengan Uya Kuya di acara pagi-pagi happy.
Namun, saat itu ia terpengaruh dengan bacaan-bacaan hingga berujung dokrin yang membuatnya mengambil jalan keluar dari institusi polri dan memutuskan menjadi teroris. "Tahun 2008 saya disersi dan dicari-cari sama provos. Kemudian tahun 2009 turun surat pemecatan kepada saya. Saat itu saya sudah bergabung dengan kelompok bom Bali, Rich Carlton dan bom Marriot," ungkapnya.
Menurutnya, saat memutuskan keluar dari polisi lantaran menganggap yang diambilnya itu salah sehingga memutuskan untuk berjihad. "Janjinya engga muluk-muluk kita cuma dijanjikan surga," ungkapnya.
Balasan surga yang membuatnya cinta kepada kematian dan jihad. "Karena termotivasi masuk surga. saya pun menjadi termotivasi mati sahid," kata dia.
Saat ditanya apakah Sofyan saat menjadi teroris dulu tidak takut mati? "Kami adalah suatu kaum mencintai kematian sebagai mana kalian mencintai kehidupan," kata dia.
Namun, ia akhirnya menyadari saat dihukum dipenjara selama 10 tahun lantaran keikutsertaannya menjadi anggota teroris bahwa jalan yang diambilnya itu salah. "Setelah saya dipenjara, saya baru berpikir kita salah kamar. Karena kita tinggal di Indonesia yang negaranya dalam keadaan damai," jelasnya.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk bertobat dan kembali menjadi manusia normal. "Indonesia negara yang aman, jadi salah kamar jika melakukan hal itu di Indoensia," tandasnya.
Cara Teroris Dapat Senjata dari Oknum Polisi
Mantan teroris Al Qaeda, Sofyan Tsauri mengungkapkan sejumlah fakta. Salah satunya yakni soal bagaimana kelompok teroris mendapatkan senjata api. Sofyan mengungkap kelompok teroris dapatkan senjata dari sosok yang tidak terduga.
Hadir dalam acara Pagi-Pagi Pasti Happy, Jumat (18/5/2018), Sofyan membeberkan semuanya. Bagaimana kisah selengkapnya? Mari Kita simak!
Kisah Muhammad Sofyan Tsauri sebagai mantan polisi dan mantan teroris itu diungkap dalam acara pagi-pagi pasti happy, Sofyan menceritakan apa yang ia alami saat bergabung menjadi anggota teroris pada Jumat (18/5/2018). Pada hari yang sama pula, videonya dibagikan oleh chanel youtube Trans TV Official.
Sofyan menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga polisi yang ikut terpapar ideologi seorang teroris bahkan hingga mendekam dipenjara. Meski dirinya tinggal di asrama Brimob, namun ia mengakui jika dirinya terpapar paham yang salah. "Ayah saya Brimob, kakak saya juga Brimob, dan saya polisi saat itu," kata dia saat berbincang dengan Uya Kuya di acara pagi-pagi happy.
Namun, saat itu ia terpengaruh dengan bacaan-bacaan hingga berujung dokrin yang membuatnya mengambil jalan keluar dari institusi polri dan memutuskan menjadi teroris. "Tahun 2008 saya disersi dan dicari-cari sama provos. Kemudian tahun 2009 turun surat pemecatan kepada saya. Saat itu saya sudah bergabung dengan kelompok bom Bali, Rich Carlton dan bom Marriot," ungkapnya.
Menurutnya, saat memutuskan keluar dari polisi lantaran menganggap yang diambilnya itu salah sehingga memutuskan untuk berjihad. "Janjinya engga muluk-muluk kita cuma dijanjikan surga," ungkapnya.
Balasan surga yang membuatnya cinta kepada kematian dan jihad. "Karena termotivasi masuk surga. saya pun menjadi termotivasi mati sahid," kata dia.
Saat ditanya apakah Sofyan saat menjadi teroris dulu tidak takut mati? "Kami adalah suatu kaum mencintai kematian sebagai mana kalian mencintai kehidupan," kata dia.
Namun, ia akhirnya menyadari saat dihukum dipenjara selama 10 tahun lantaran keikutsertaannya menjadi anggota teroris bahwa jalan yang diambilnya itu salah. "Setelah saya dipenjara, saya baru berpikir kita salah kamar. Karena kita tinggal di Indonesia yang negaranya dalam keadaan damai," jelasnya.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk bertobat dan kembali menjadi manusia normal. "Indonesia negara yang aman, jadi salah kamar jika melakukan hal itu di Indoensia," tandasnya.
Cara Teroris Dapat Senjata dari Oknum Polisi
Mantan teroris Al Qaeda, Sofyan Tsauri mengungkapkan sejumlah fakta. Salah satunya yakni soal bagaimana kelompok teroris mendapatkan senjata api. Sofyan mengungkap kelompok teroris dapatkan senjata dari sosok yang tidak terduga.
Hadir dalam acara Pagi-Pagi Pasti Happy, Jumat (18/5/2018), Sofyan membeberkan semuanya. Bagaimana kisah selengkapnya? Mari Kita simak!
No comments